Mengapa Pesawat Luar Angkasa tetap Utuh, Sedangkan Meteor Hancur saat Sampai di Bumi?
BLOG TEKNO - Ada sebuah fakta unik di balik lagit bumi. Tahukah kamu jika dalam satu hari, ada sekitar 45 ton subject material luar angkasa yang memasuki lagit bumi. Bahkan dalam beberapa kesempatan melampaui jumah tersebut.
Apakah kalian pernah membayangkan apa jadinya jika bumi kita ini tidak memiliki atmosfer. Mungkin kita akan menerima ancaman dihantam meteor sebesar kelereng setiap saat. Atau rumah kita malah yang tertimpa meteor sebesar mobil.
Meskipun ukurannya kecil, meteoroid sekuran kerikil dapat menghancurkan atap apabila bumi tidak memiliki atmosfer, hal itu dikarenakan kecepatan yang sangat tinggi tercapai saat meteoroid jatuh ke permukaan bumi.
Mengapa Meteoroid itu hancur saat memasuki atmosfer?
Meteoroid adalah bebatuan luar angkasa yang bergerak kesana-kemari tanpa adanya lintasan perti planet pada umumnya layaknya.
Meteoroid ini adalah nama saat benda tersebut memasuki atmosfer bumi. Saat jatuh ke permukaan, benda ini bukan meteoroid lagi, melainkan meteor. Dan saat mendarat, benda ini adalah meteorit.
Sebenarnya meteor yang berhasil mendarat di bumi adalah peristiwa yang langka. Kecepatan gerak meteoroid saat mendekati bumi bisa mencapai 20.000 km/jam. Akibat adanya gravitas bumi, kecepatan benda ini bertambah hingga mencapai 250.000 km/jam. WOW
Saat masuk ke dalam atmosfer, meteor akan bergesekan dengan udara. Semakin ke permukaan bumi, tekanan atmosfer semakin besar. Benda langit ini akan mulai terbakar saat memasuki karman line -wilayah 100km dari permukaan laut, batas antara atmosfer dan luar angkasa-.
![]() |
| Kawah Barringer, Arizona |
Jika ukurannya kecil meteor akan habis terbakar selama bergesakan dengan udara. Namun jika ukurannya besar, meteor itu akan mendarat di bumi, seperti meteorit di Kawah Barringer, Arizona
Mengapa pesawat luar angkasa tetap utuh?
Pesawat luar angkasa memiliki desain secara khusus agar dapat menahan dan mengurangi gesekan dengan udara atmosfer. Pesawat ini dilengkapi dengan Heat Give protection yang berfungsi sebagai pelindung dari panas akibat bergesekan dengan udara di atmosfer.
Saat memasuki atmosfer, awak pesawat akan mengubah sudut jatuh pada sudut reentry. Sudut reentry akan membuat panas hanya dipusatkan pada Heat Give protection, sehingga fuselage pesawat tidak akan terkena efek secara penuh. Dengan begitu, komponen dan awak pesawat akan terjaga keselamatanya.
***
Sampai sini dulu artikel kali ini, jangan lupa save bookmark kita di browser kesayanganmu.
Salam

Posting Komentar untuk "Mengapa Pesawat Luar Angkasa tetap Utuh, Sedangkan Meteor Hancur saat Sampai di Bumi?"