Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Para Wanita di Belakang Penemuan Besar

BLOG TEKNO - Wanita kerjanya cuma di dapur, adalah suatu konsep dankal yang sudah harus di tinggalkan. Karena sudah sejak dulu bertebaran wanita hebat yang berpengaruh bagi perkembangan dunia. Berikut beberapa wanita hebat yang bisa menjadi inspirasimu Ladies.

Olga D. Gonzalez-Sanabria 

Olga D. GonzMez-Sanabria adalah seorang ilmuwan dan penemu yang berasal dari Puerto Rico. la merupakan seorang Hispanic dengan peringkat tertinggi di NASA Glenn Research Center dan anggota Ohio Women's Hall of Fame

Olga D. GonzMez-Sanabria (sumber: Wikipedia)


Dia berperan penting dalam pengembangan "Long Cycle-Life Nickel-Hydrogen Batteries" yang membantu mengaktifkan sistem tenaga Stasiun Luar Angkasa internasional yang digunakan saat ini. 

Marrie Van Brittan Brown 

Marie Van Brittan Brown lahir pada 1922, dan terlahir sebagai ras Afrika-Amerika. Pada masanya, diskriminasi ras sangat gencar di Amerika Serikat sehingga Marrie memikirkan cara agar keluarganya aman di rumah. 
Marie Van Brittan Brown


Pada 1966, Marrie dibantu suaminya, merancang sistem keamanan sirkuit tertutup untuk memantau pengunjung melalui kamera dan memproyeksikan gambar mereka ke monitor televisi. Mereka juga menambahkan tombol yang terhubung dengan nomor darurat polisi.

Dr. Shirley Ann Jackson

Lahir pada tanggal 5 Agustus 1946, Jackson adalah wanita Afrika-Amerika pertama yang menerima gelar doktor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang merupakan salah satu kampus paling bergengsi di dunia. 
Dr. Shirley Ann Jackson


la mengembangkan teknologi Call Waiting dan Caller ID. Fitur Call ID berguna untuk menyaring panggilan telepon dan Calling Waiting yang memiliki fungsi memberitahu adanya panggilan masuk baru saat melakukan panggilan lain. 

Grace Hopper

Grace Hopper merupakan ilmuwan komputer dan perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat berpangkat laksamana pertama yang lahir pada 9 Desember 1906. Merupakan salah satu programmer komputer Harvard Mark I, dan pengembang 'Compiler' pertama untuk bahasa pemrograman komputer. 
Grace Hopper


la menyusun konsep bahasa pemrograman independen dari mesin yang kemudian diberi nama COBOL, salah satu bahasa pemrograman modern pertama. Hopper juga dianggap sebagai tokoh yang memopulerkan istilah "debugging" untuk memperbaiki gangguan pada komputer. 

Ada Lovelace

Saat berusia 17 tahun, Lovelace bertemu dengan Charles babbage atau yg dikenal dengan bapak komputer. Lovelace mengagumi ide-ide Babbage, ia merupakan penerjemah artikel tentang mesin analitik Babbage. 
Ada Lovelace


la juga menambahkan pemikiran dan idenya sendiri tentang algortima matematika untuk melakukan pemrograman komputer. Karyanya diterbitkan pada tahun 1843. Berkat karyanya, Lovelace sering dianggap sebagai programmer komputer pertama. 

***

Yang harus kita teladani dari mereka adalah bukan hanya mereka mendobrag paradigma "wanita hanya di rumah" beberapa dari mereka juga mesti menggahadapi diskriminasi rasial selama hidupnya. Tapi bukanya mereka menyerah, mereka tetap berusaha dan berhasil mengukir nama mereka untuk menjadi pelopor dari kesetaraan gender yang bergema.





Posting Komentar untuk "Para Wanita di Belakang Penemuan Besar"